Sabtu, 24 Desember 2016

Psikologis dan Internet dalam Lingkup Transpersonal



A.    Dampak Sosial dari Interaksi Manusia dan Internet

Internet adalah alat untuk berbagi informasi. Internet juga merupakan cara bagi orang untuk berkomunikasi satu sama lain. Email, chat room, dan pesan instan membantu orang tetap berkomunikasi.  internet juga bisa dimanfaatkan untuk transaksi bisnis secara online.
Mengenai dampak internet sebagai alat explorasi diri, para Psikolog memandang hal tersebut tergantung dari pribadi si penggunanya. Tentu internet akan bermanfaat jika mampu meningkatkan kehidupan seseorang, dan sebaliknya menjadi penyakit jika membuat kacau kehidupan orang tersebut. Pengaruh buruk akan terjadi jika internet digunakan sebagai sarana untuk mengisolasi diri.

1. Dampak pada perkembangan fisik
Interaksi remaja dengan internet banyak mengurangi aktivitas gerak karena saat ini dalam beraktivitas para remaja sudah banyak menggunakan perantara internet. Hal tersebut menyebabkan perkembangan fisik remaja yang terlalu dipapar oleh internet banyak mengalami physical decline. Contohnya problem visual seperti kelelahan mata, sakit kepala bahkan penglihatan kabur karena remaja lebih rentan daripada orang dewasa terhadap cahaya dan radiasi dari perangkat internet. Selain itu obesitas juga kasus yang sering terjadi akibat berkurangnya aktivitas fisik.

2. Dampak pada perkembangan emosi dan sosial
Pada remaja, perkembangan emosi tidak lepas dari interaksinya dengan lingkungan sosial.
Bila lingkungan sosial yang ada di sekeliling remaja berupa lingkungan sosial yang “virtual” dan tidak pada kenyataannya, maka perkembangan emosi remaja juga cenderung tidak kuat.
Sehingga individu harus mengembangkan keterampilan sosial dan emosi untuk mengatasinya.   

3. Dampak pada perkembangan inteligensi
Bahwa remaja yang menggunakan internet secara berlebihan akan memiliki kecenderungan untuk mengalami hambatan dalam rentang perhatian, kebutuhan melakukan stimulasi secara segera (tidak sabar) , dan “rasa kebingungan dalam identitas.” Selain itu internet juga berdampak pada penalaran kritis karena hampir semua informasi telah Tersedia sehingga para remaja menjadi kurang terampil dan cenderung untuk berkosentrasi hanya pada satu hal.

4. Dampak pada perkembangan moral
Banyak kasus di Indonesia tentang kekerasan dan kejahatan seksual pada remaja yang baik pelaku maupun korbannya adalah remaja akibat eksposure terhadap situs-situs internet yang tidak dikontrol oleh orangtua maupun orang dewasa lain yang bertanggungjawab terhadap perkembangan remaja di Indonesia. Secara umum efek internet terhadap perkembangan moral diulas oleh Susan Willard dari University of Oregon melalui 4 faktor utama yang muncul dalam interaksi remaja dengan internet

B.     Global Brain dan Peran Internet


  • Global Brain : Konseptualisasi dari jaringan di seluruh dunia yang dibentuk oleh semua orang di planet ini bersama-sama dengan teknologi informasi dan komunikasi yang menghubungkan mereka menjadi cerdas, sistem yang mengatur dirinya sendiri. Semakin internet menjadi lebih cepat, lebih cerdas dan lebih menyeluruh, semakin mengikat kita bersama-sama ke dalam sistem pengolahan informasi tunggal yang berfungsi seperti sistem saraf untuk planet bumi
  • Mediasi :  Upaya penyelesaian konflik dengan melibatkan pihak ketiga yang netral yang tidak memiliki kewenangan mengambil keputusan yang membantu pihak-pihak yang bersengketa mencapai penyelesaian (solusi) yang diterima oleh kedua pihak
Peran internet sebagai mediasi yang memungkinkan terbentuknya model atau kondisi :

1Consciousness ( Alam Sadar )
        Consciousness adalah penjelasan teoritis yang menghubungkan antara bagian kesadaran dalam otak manusia dan fenomena kesadaran. Kesadaran menurut Sartre bersifa intensional dan tidak dapat di pisahkan di dunia. Alam sadar ( conscious) yang memainkan peran tak berarti dalam teori psikoanalisis, didefinisikan sebagai elemen-elemen mental yang setiap saat berada dalam kesadaran. Ini adalah satu-satunya tingkat kehidupan mental yang bisa langsung kita raih. Ada dua pintu yang dapat dilalui oleh pikiran agar bisa masuk ke alam sadar. Pintu pertama adalah melalui sistem kesadaran perseptual ( perceptual conscious), yaitu terbuka pada dunia luar dan berfungsi sebagai perantara bagi persepsi kita tentang stimulus dari luar. Sumber kedua bagi elemen alam sadar ini datang dari dalam struktur mental dan mencangkup gagasan tidak mengancam yang datang dari alam bawah sadar maupun gambaran-gambaran yang membuat cemas, tetapi terselubung dengan rapi yang berasal dari alam tidak sadar.

2. Unconscious ( Alam Tak Sadar )
        Alam tak sadar adalah daerah kesadaran yang berisi berbagai ide dan afek yang ditekankan, yang tidak dapat diingat kembali karena ditahan oleh alam prasadar sebagai sensor. Dalam teori freud alam tidak sadar bersifat abstrak dan berupa gagasan dan dorongan, tidak seperti alam sadar yang berhubungan langsung dengan dunia nyata. Namun, tidak berarti alam tidak sadar tidak dapat berhubungan dngan dunia nyata, seringkali alam tidak sadar kita mendorong dan mencoba untuk memasuki alam sadar kita dengan mengelabui primary sensory yang memiliki tugas untuk memfilter hal-hal yang akan di lakukan oleh alam sadar kita. Alam tidak sadar menyelinap seakan-akan ingatan itu baik dan berguna jika dilakukan oleh alam sadar kita. Ketika ingatan tersebut masuk ke alam sadar kita, kita tak lagi mengenali mereka seperti apa adanya, kita justru melihatnya sebagai pengalaman yang relative menyenangkan dan tak mengancam.

       Ciri-Ciri Alam Tak Sadar
  • Mengandung ide dan afek yang ditekan
  • Hal-hal yang terdapat dalam alam tak sadar tidak dapat diingat kembali
  • Apabila mau muncul ke alam sadar harus melewati sensor alam prasadar
  • Memiliki prinsip kesenangan dengan tujuan memuaskan keinginan
  • Berhubungan erat dengan naluri terutama naluri sekskual 

3.  Collective Unconsciousness
       Merupakan gudang ingatan yang diwariskan dari masa lampau leluhur seseorang, selain itu collective unconsciousness merupakan bagian dari psikoanalisi yang dikemukakan oleh Carl Jung, Collective Unconciousness adalah bagian dari unconscious mind yang terdapat di dalam manusia dan semua bentuk kehidupan yang memiliki sistem saraf dan menjelaskan seperti apa itu srtuktur dari psyche secara otomatis mengorganisir berbagai macam pengalaman atau dalam kata lain sebagai seperangat keyakinan bersama, gagasan dan sikap moral yang beroperasi sebagai kekuatan pemersatu dalam masyarakat.
Kesimpulan:
Berdasarkan dari penjelasan diatas peran internet dapat berpengaruh sebagai mediasi terbentuknya alam sadar, alam tak sadar dan collective unconsciousness. Dikarenakan di alam sadar ( consciousness) merupakan tempat dimana dimulai adanya kesadaran perseptual yang berfungsi sebagai perantara bagi persepsi dari stimulur luar, lalu gagasan dari persepsi tersebut berubah wujud dalam bentuk perilaku yang berbentuk mimpi yang terdapat di alam tidak sadar ( unconsciousness) dan juga akan disimpan sebagai ingatan yang berada di Collective Unconsciousness. Peran internet sebagai mediasi adalah sebagai stimulus untuk terjadinya persepsi, sehingga peran internet dapat membentuk model atau kondisi consciousness, unconsciousness dan collective unconsciousness


Sumber:

Psikologi Klinis dalam Internet



A.    Computer Supported Cooperative Work

Computer Supported Cooperative Work (CSCW) adalah bidang studi yang berfokus pada perancangan dan evaluasi teknologi baru untuk mendukung proses sosial kerja, dikarenakan mitra yang berjauhan. Istilah Computer Supported Cooperative Work (CSCW) pertama kali digunakan oleh Irene Greif dan Paul M. Cashman pada tahun 1984, pada sebuah workshop yang dihadiri oleh mereka yang tertarik dalam menggunakan teknologi untuk memudahkan pekerjaan mereka. Dimana saat itu CSCW mengangkat isu seputar bagaimana aktivitas-aktivitas kolaboratif dan koordinasi didalamnya dapat didukung teknologi komputer. Kemudian beberapa orang berpendapat CSCW sama dengan Groupware. Groupware adalah jenis software yang membantu kelompok kerja yang terhubung ke jaringan untuk mengelola aktivitas mereka.
Mungkin salah satu contohnya penerapan CSCW pada bidang pendidikan yaitu dimana para siswa melakukan kelas virtual dan saat itu sedang mengerjakan ulangan harian dimana para siswanya saat melakukannya tidak benar-benar berada di kelas tetapi bisa dimana saja yang memungkinkan siswa tersebut untuk bisa terhubung pada suatu jaringan. Contoh lainnya yaitu fasilitas chating dimana seseorang bisa berdiskusi melalui antarmuka teks tanpa harus bertatap muka secara langsung.


B.     Tes Psikologi Online dan Contoh Web

Tes psikologi online adalah psikotes yang dapat dilakukan secara mandiri melalui teknologi internet. 

Tes Psikologi online mempunyai fungsi sebagai berikut:
1.      Fungsi seleksi.
Tes Psikologi online berfungsi sebagai seleksi jika digunakan untuk memilih individu-individu yang cocok/sesuai dengan kualifikasi yang diharapkan melalui media online atau lewat interner. misalnya tes masuk suatu lembaga pendidikan atau tes seleksi jabatan tertentu. Berdasarkan hasil-hasil tes psikologis yang dilakukan, pimpinan lembaga dapat memutuskan calon-calon pelamar yang dapat diterima dan menolak calon-calon lainnya tanpa harus bertemu secara langsung.

2.      Fungsi Klasifikasi
Yaitu mengelompokkan individu-individu dalam kelompok sejenis dari hasil tes psikologi yang dilakukan secara online tersebut. Misalnya mengelompokkan siswa yang mempunyai masalah sejenis, sehingga dapat diberi bantuan yang sesuai dengan masalahnya.

3.      Fungsi deskripsi
Tes ini berfungsi untuk menjelaskan profil seseorang, baik kepribadian, tingkahlaku, kemampuan, minat dan bakat dan sebagainya hanya dengan melalu tes online tersebut.

Contoh Tes Psikologi Online
Myers-Briggs Type Indicator (MBTI) adalah instrumen yang mengukur beberapa aspek kecerdasan individu, kepribadian, bakat, dll. MBTI ini dirancang untuk mengukur tipe kepribadian Anda dan merupakan instrumen yang paling banyak digunakan. Telah diperbarui dan divalidasi secara ketat selama lebih dari tujuh puluh tahun. MBTI dapat digunakan untuk personal, relationships, karir dan tim kerja. Bagaimana analisis kekuatan diri Anda, karir yang sesuai, relationships, dan apa formula yang baik untuk pribadi Anda. Hal ini sering digunakan untuk menyeimbangkan kepribadian yang berbeda sehingga mereka dapat membangun pribadi tangguh, menjalin hubungan personal lebih baik atau bekerja lebih efektif.

Tes Kepribadian MBTI 


Berdasarkan tes kepribadian yang paling populer yaitu MBTI. Tes ini merupakan analisis menyeluruh dari kepribadian Anda. Anda akan jauh lebih memahami siapa diri Anda sebagai pribadi dan memaksimalkannya. Apa formula, kekuatan, relationships dan juga pilihan karir yang sesuai dengan pribadi Anda.
Tes ini bersifat gratis atau tanpa dipungut biaya. Jalankan tes sesuai dengan diri Anda, bukan berdasarkan kondisi emosi sesaat. Kerjakan pada saat kondisi diri Anda benar-benar nyaman. Tidak ada jawaban benar dan salah di dalam tes ini
                 Dengan mengikuti tes ini, Anda telah membaca, memahami dan menyetujui ketentuan layanan tes kepribadian Psikologi Zone.


C.     Psikoterapi
Psikoterapi adalah metode yang digunakan untuk merawat kejiwaan, emosi dan gangguan kejiwaan tertentu. Dikenal juga sebagai "terapi berbicara", metode perawatan ini menolong pasien untuk mengenali masalah mereka, mengerti perasaan mereka, menerima kelebihan dan kelemahan mereka, dan membuat mereka berpikir positif terhadap diri sendiri dan juga masalah yang dihadapi. Pada intinya, psikoterapi terdiri dari komunikasi lisan dan non-lisan yang berguna untuk meringankan kesulitan psikologis.
Jenis metode psikoterapi yang biasanya digunakan adalah:
·         Psikoterapi psikodinamik atau psikoanalitik – Kebanyakan didasarkan pada teori Freudian, psikoterapi jenis ini berkisar mengenai pemahaman masalah yang dialami dengan menganalisis kemungkinan adanya hubungan antara masalah tersebut dengan pikiran yang terlupakan dan pengalaman masa kecil
·         Terapi perilaku – Dengan terapi perilaku, Anda akan didorong untuk melakukan kegiatan yang memperkuat hubungan sosial dan dibina untuk mengerti bahwa perubahan perilaku akan dapat mengubah perasaan Anda
·         Terapi kognitif – Berdasarkan keyakinan bahwa cara berpikir akan sangat memengaruhi perasaan kita, fokus dari terapi ini adalah mengenai pemikiran dan perilaku terkini serta menantang pemikiran yang keliru
·         Terapi kemanusiaan – Diarahkan menuju kesadaran diri dan mencapai citra diri yang lebih positif, terapi kemanusiaan meliputi penjelajahan pada pikiran, perasaan dan tindakan untuk menerima diri sendiri

Contoh Kasus Psikoterapi:

Sebuah Kasus Fobia Spesifik

Lulus ujian adalah titik balik penting dalam hidup carla, tetapi memberinya perasaan ngeri kalau ia berpikir tentang harus memasuki gedung pengadilan negeri. Ia tidak takut bila harus menghadapi hakim yang hostile atau kalah dalam pembelaannya, tetapi karena harus menaiki tangga ke lantai dua dimana ruang-ruang pengadilan berada. Carla, 27 tahun menderita acrophobia atau takut ketinggian. “Lucu jika anda mau tahu,” Carla berkata pada terapisnya. “Saya tidak punya masalah untuk terbang atau melihat keluar jendela pesawat terbang pada ketinggian 30000 kaki. Tetapi escalator di mall  membuat saya berdegup-degup.  Pokoknya setiap situasi di mana saya bisa jatuh, seperti misalnya balkon.”
Orang dengan gangguan-gangguan kecemasan berusaha untuk menghindari situasi atau objek yang mereka takuti. Carla meneliti dulu gedung pengadilan sebelum ia dijadwalkan untuk tampil. Ia merasa sangat lega karena ada elevator di bagian belakang gedung pengadilan yang dapat ia gunakan sehingga ia tidak harus naik tangga.

Analisis Kasus:

Dalam kasus fobia yang diderita Carla, Psikoterapi dapat diterapkan dalam proses treatment penyembuhan fobia yang Carla derita. Dengan menggunakan Pendekatan terapi perilaku (behavior therapy) yang berfokus pada hukum pembelajaran. Bahwa perilaku seseorang dipengaruhi oleh proses belajar sepanjang hidup. Dalam hal ini, Carla telah belajar bahwa "ketika saya berada di tempat ketinggian seperti eskalator atau tangga, maka respon saya adalah perilaku ketakutan akan terjatuh." Joseph Wolpe mengembangkan desentisasi sistematis atas dasar asumsi bahwa fobia adalah sesuatu yang dipelajari atau merupakan respon-respon yang terkondisi. Ia juga berasumsi bahwa perilaku ini dapat dihilangkan melalui counterconditioning. Dalam counterconditioning suatu respon yang tidak harmonis (incompatible) dengan kecemasan dibuat muncul bersama kondisi-kondisi yang biasanya memunculkan kecemasan. Kasus Carla dapat menggunakan prinsip counterconditioning sebagai terapi penyembuhannya. Dengan mengajarkan kepada Carla agar tetap relaks berada ditempat-tempat ketinggian seperti eskalator dan tangga.



Sumber: 

https://kadet32.wordpress.com/2010/04/09/chevrolet/
http://www.repastrepost.com/2012/12/pengertian-dan-kegunaan-dari-tes.html
http://www.repastrepost.com/2012/12/pengertian-dan-kegunaan-dari-tes.html
http://rurarlit.blogspot.co.id/2016/03/contoh-kasus-psikoterapi.html

Kamis, 03 November 2016

Psikologi dan Internet Dalam Lingkup Interpersonal 2

1. Psikologi Ketertarikan Interpersonal dalam Internet

     Hubungan interpersonal adalah kuat, dalam, atau dekat asosiasi / kenalan antara dua orang atau lebih yang dapat berkisar dalam durasi dari singkat bertahan. Asosiasi ini mungkin didasarkan pada kesimpulan, cinta, solidaritas, interaksi bisnis biasa, atau beberapa jenis lain dari komitmen sosial. Hubungan interpersonal terbentuk dalam konteks pengaruh sosial, budaya dan lainnya. Konteksnya dapat bervariasi dari keluarga atau kekerabatan hubungan, persahabatan, pernikahan, hubungan dengan rekan, kerja, klub, lingkungan, dan tempat-tempat ibadah mereka dapat diatur oleh hukum, adat, atau kesepakatan bersama, dan merupakan dasar dari kelompok-kelompok sosial dan masyarakat secara keseluruhan.
      Dalam hubungan online, daya tarik orang lain jauh lebih kecil, saling mengenal satu sama lain lebih penting. sebagai informasi dalam pesan pertama sangat terbatas, kasus cinta pada byte pertama lebih jarang. kasus yang lebih umum adalah orang-orang dari “cinta pada awalnya online chatting”, sebagai chatting seperti memberikan informasi lebih lanjut. Misalnya, seseorang mungkin mendeteksi di chat pertama rasa humor dan langsung jatuh cinta dengan pengirim.


2. Hambatan Psikologi dalam Interpersonal Online-relation

     Hambatan psikologis yakni hambatan-hambatan yang merupakan unsur-unsur dari kegiatan psikis manusia, sedangkan yang termasuk dalam hambatan komunikasi psikologis yakni:
1. Kepentingan akan membuat seseorang selektif dalam menanggapi atau menghayati pesan.
2. Sebagaimana telah diketahui bahwa komunikan dalam komunikasi massa sangat heterogen (usia, jenis kelamin, pekerjaan, pendidikan, dll). Hal ini memungkinkan setiap individu komunikan memiliki kepentingan yang berbeda
3. Atas dasar kepentingan yang berbeda, maka setiap individu komunikan akan melakukan seleksi terhadap pesan yang diinginkannya (manfaat/kegunaan).
4. Prasangka sosial bergandengan dengan stereotif yang merupakan gambaran atau tanggapan tertentu mengenai sifat-sifat dan watak pribadi orang atau golongan lain yang bercorak negatif.
5. Stereotif misalnya tercermiun pada: orang Batak itu berwatak keras, orang Sunda manja, dll.
6. Apabila dalam proses komunikasi massa ada komunikan yang memiliki stereotif tertentu pada komunikatornya, maka dapat dipastikan pesan apapun tidak akan bisa diterima oleh komunikan.


3. Perilaku Negatif dalam Interpersonal Online-relation
    
     Hubungan online yang didasarkan pada percakapan, menuntut lebih banyak waktu bersama-sama intens-itu adalah waktu bersama-sama tanpa menonton televisi atau membaca koran. percakapan memiliki kecepatan yang lebih lambat, yang membutuhkan lebih banyak waktu. percakapan online memaksa Anda untuk berinteraksi dengan pasangan Anda dalam setidaknya beberapa aspek nonseksual. aspek ini serta sifat berkelanjutan percakapan, mendorong suasana yang menyenangkan untuk tumpah ke pagi hari setelah. sebagian besar waktu, kesan apa yang terjadi malam sebelumnya adalah bahwa percakapan yang menyenangkan, seperti yang khas menggoda.
      Berkomunikasi dengan teks, email, dan media sosial nyaman menjadi norma baru bagi banyak orang tanpa keinginan untuk benar-benar berbicara atau membuat interaksi tatap muka. Cyber​​-bicara adalah fenomena baru dalam kecurangan. Seperti email apapun, teks, atau pesan Facebook dapat mulai keluar sebagai bersalah halo sampai menggoda atau disalahartikan menggoda berlangsung dan perasaan mulai tumbuh. Kembali pada hari dan masih digunakan sampai sekarang. Cara yang paling intim untuk berhubungan dengan seseorang melalui tulisan tangan “surat cinta.”
      Wanita lain adalah yang melibatkan keterlibatan emosional terbesar dalam mengkhianati. Karena aktivitas fisik seksual sering memerlukan keterlibatan terbesar, umumnya dianggap sebagai pelanggaran terbesar eksklusivitas romantis. Namun, ini tidak harus terjadi, – seks dengan pekerja seks mungkin geberate asmara emosional tanpa aktivitas seksual fisik.




http://asruls21yahoo.blogspot.com/2011/06/hambatan-hambatan-komunikasi-yanag.html
http://en.wikipedia.org/wiki/Interpersonal_relationship

Psikologi dan Internet Dalam Lingkup Interpersonal

1. Sejarah Komunikasi Online
Perkembangan pertama komunikasi online/daring (dalam jaringan) dimulai pada tahun 1960-an, ketika peneliti Amerika mengembangkan protokol yang memungkinkan mengirim dan menerima informasi atau pesan melalui komputer (Hafner & Lyon, 1996). Protokol tersebut dinamakan ARPANET, yang diluncurkan pada tahun 1969, akhirnya berkembang menjadi Internet. Internet berasal dari interconnected networks yang disingkat menjadi Internetwork, atau Internet, yang digunakan oleh sekitar 200 juta orang di seluruh dunia pada pergantian millennium ke-3.

Pada periode pertama, sejak pertengahan 1980-an para pendidik menemukan potensi media pendidikan untuk pengajaran bahasa (Cummins, 1986). Integrasi komunikasi yang dimediasi komputer di dalam kelas itu sendiri dibagi menjadi dua,yaitu :
  1. Beberapa pendidik mulai menggunakan e-mail untuk mengatur pertukaran informasi jarak jauh,
  2. Pendidik mulai menggunakan program perangkat lunak sinkron (Daedalus Interchange. Daedalus Inc, 1989) untuk memungkinkan percakapan komputer antar kelas.
Komunikasi daring menjadi mungkin dalam dunia pendidikan pertama kali pada tahun 1980-an, setelah pengembangan dan penyebaran komputer pribadi atau PC(personal computer). Latar belakang komunikasi daring dalam pembelajaran dan penelitian dapat dibagi menjadi dua periode yang berbeda, yaitu :  
a. ditandai oleh pengenalan komputer sebagai media pendidikan pada tahun 1980- an 
b. munculnya world wide web pada pertengahan 1990-an. 
2. Populasi Dalam Internet

Dalam populasi internet, beberapa survei menunjukkan bahwa pengguna internet laki kalah jumlah rekan-rekan perempuan. Internet digunakan untuk dianggap sebagai domain maskulin. Namun demikian, survei terbaru menunjukkan bahwa kesenjangan gender telah menghilang. Selain itu, jumlah pengguna internet laki-laki dan perempuan adalah sama (Pew Internet dan American Life, 2003). Jackson et al. (2001) mencatat bahwa meskipun perempuan muda dan laki-laki menggunakan internet sama sering, mereka menggunakan cara yang berbeda, dan hal ini dapat mempengaruhi motivasi untuk membeli secara online.
 3. Kelompok Kerja Virtual

Kelompok kerja virtual adalah sebuah "ruang kerja" yang berlokasi di dunia internet, di mana seorang individu dapat menyelesaikan tugas-tugas yang diperlukan untuk melaksanakan bisnis profesional atau pribadi tanpa memiliki "fisik" lokasi usaha. Kelompok kerja virtual merupakan sebuah bentuk aplikasi layanan perkantoran dalam format virtual yang bekerja secara online. Pengaturan operasional dan fungsional suatu Kelompok kerja virtual memungkinkan pemilik bisnis dan karyawan untuk bekerja dari lokasi di manapun dengan menggunakan teknologi komputer seperti PC, laptop, ponsel dan akses internet.
Kelompok kerja virtual  menggunakan teknologi komputer guna menghubungkan orang-orang yang terpisah secara fisik guna mencapai sasaran bersama.Teknik tersebut memungkinkan orang saling bekerjasama lewat metode online, kendati mereka dipisahkan yuridiksi negara bahkan benua.
Kelompok kerja virtual dapat melakukan lebih banyak hal ketimbang kelompok kerja lainnya, terutama dalam hal berbagi informasi, pembuatan keputusan, dan perampungan pekerjaan. Mereka terdiri atas para anggota dari organisasi yang sama ataupun hubungan anggota organ dengan para pekerja dari organisasi lain semisal supplier ataupun partner perusahaan.
3 faktor utama yang membedakan Tim Virtual dengan tim-tim lain yang face-to-face, yaitu :
1.         Ketiadaan komunikasi lisan-fisik;
2.         terbatasnya konteks sosial, dan
3.         kemampuan mengatasi masalah waktu dan hambatan tempat. Dalam komunikasi face-to
face, orang menggunakan paraverbal seperti nada suara, intonasi, dan volume suara serta nonverbal seperti gerak mata, roman muka, gerak tangan, dan bahasa tubuh lainnya. Keduanya semakin menjelaskan komunikasi, tetapi kini hal-hal tersebut nihil di dalam Tim Virtual. Tim Virtual menderita kekuarangan laporan sosial yang manusiawi akibat interaksi langsung yang kecil diantara para anggotanya.

Pengguna umum kelompok kerja virtual:
  • Home Industri barang/jasa
  • Akuntan
  • Pengacara
  • Hukum Perusahaan
  • Toko online
  • Dokter / Terapis
  • Bisnis konsultan
  • Mediator / resolusi konflik
  • Senior manajemen
  • Perusahaan hipotek
  • Broker Saham / perencana keuangan
  • Koleksi lembaga
  • Jaringan kelompok
  • Pelatih / instruktur


4. Kelompok Kerja dan Brainstorming

Brainstorming adalah aktivitas dimana sebuah kelompok mencoba untuk menemukan solusi untuk suatu masalah tertentu, dengan cara mengumpulkan daftar ide yang di dapat secara spontan oleh para anggota kelompoknya. Brainstorming ditemukan dan di kembangkan oleh Alex Osborn Faickney pada tahun 1953 melalui buku Terapan Imajinasi
Model-model dari brainstorming ada beberapa macam, antara lain:
  1. Verbal Brainstorming adalah kegiatan bertukar pikiran dalam sebuah kelompok yang dilakukan secara verbal dengan tatap muka dalam sebuah pertemuan langsung.
  2. Nominal Brainstorming adalah kegiatan bertukar pikiran dalam sebuah kelompok akan tetapi tidak dilakukan secara langsung artinya ketika bertukar pikiran menggunakan alat bantu seperti kertas atau dengan cara chatting.
  3. Electronic Brainstorming adalah kegiatan bertukar pikiran dalam sebuah kelompok yang dilakukan secara elektronik dengan menggunakan alat seperti group support system. 


Dalam elektronik brainstorming, biasanya didukung oleh sistem rapat elektronik atau EMS. Akan tetapi dapat juga dilakukan secara lebih sederhana yaitu dengan cara berkirim email, menggunakan browser berbasis, atau peer-to-peer software
Dengan sistem rapat elektronik dapat anggota kelompok dapat bertukar ide dengan menggunakan fasilitas internet, dengan begitu juga akan terlihat bagaimana kontribusi dari masing-masing anggota kelompok. Dan juga dalam cara ini dapat ditemukan ide-ide kreatif yang jarang mendapat kesanaan antar anggotanya, sehingga dapat menghasilkan solusi pemecahan masalah secara kreatif dan terkategorisasikan, penghapusan duplikat ataun pengahpusan informasi yang sama, dapat menghasilkan pemikiran yang tidak seperti biasanya atau tidak standar, dan proses diskusi antar anggota kelompoknya.
Jadi dalam kerja kelompok dengan menggunakan cara brainstorming terlebih dalam brainstorming model elektronik akan lebih efektif. karena dengan menggunakan cara ini, anggota kelompok akan lebih mudah mendapatkan materi dalam internet dan membaginya kepada anggota yang lain.

5. Kepercayaan Dalam Tim Virtual

Rasa saling percaya disetiap anggota tim sangatlah diperlukan, agar tujuan yang ingin dicapai dapat terwujud secara maksimal. Namun dengan kurangnya kontak sosial, rasa saling percaya antar anggota tim dapat berkurang sehingga kemungkinan untuk gagal sangatlah mungkin dalam tim virtual. Dalam mengatasi hal ini kami memiliki beberapa cara agar rasa saling percaya dari setiap anggota tim dapat tumbuh sehingga tujuan yang ingin dicapai dapat terwujud secara maksimal, berikut caranya:
  1. Pemimpin yang kompeten
Adakalanya anggota tim akan patuh dan percaya kepada pemimpinnya jika pemimpin itu mempunyai kompetensi yang lebih seperti keterampilan dan pengalaman yang sangat memadai.
  1. Membagi tugas dengan rata
Menurut saya pembagian tugas merupakan salah satu faktor timbulnya kepercayaan dalam tim virtual. Ketika seorang anggota tim merasa tugasnya lebih berat daripada yang lain, orang tersebut akan berprasangka buruk terhadap anggota yang lain seperti prasangka adanya hubungan khusus antara pemimpin dan salah satu anggota lainnya.
  1. Keaktifan setiap anggota
Setiap anggota tim harus aktif dalam forum diskusi yang sudah direncanakan. Dalam setiap pertemuan virtual tersebut setiap anggota harus menjelaskan hasil pekerjaan yang telah ia kerjakan dan jika terjadi kesalahan dapat dilakukan evaluasi dan  harus berperan aktif dalam memberi masukan-masukan terhadap evaluasi tersebut sehingga timbulnya kepercayaan antara aggota dengan anggota maupun anggota dengan pemimpin.
  1. Kerjasama
Kerjasama merupakan hal terpenting dalam sebuah tim, baik itu tim virtual maupun tim face to face. Karena dengan adanya kerjasama setiap anggota tim, akan memunculkan rasa kebersamaan dalam mencapai tujuan bersama yang ingin diraih. Sekian pernjelasan dari saya mengenai hal-hal yang dapat membangun kepercayaan dalam Tim virtual.